Manajemen Impresi Dalam Pembahasan Kinerja Perusahaan Oleh Manajer Pada Bagian Naratif Laporan Tahunan

Manajemen Impresi Dalam Pembahasan Kinerja Perusahaan Oleh Manajer Pada Bagian Naratif Laporan Tahunan

Bambang Suripto

Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi YKPN Yogyakarta

PENDAHULUAN

Perubahan lingkungan usaha yang terjadi dengan cepat menimbulkan kesadaran berbagai pihak bahwa model pelaporan keuangan tradisional yang menekankan informasi keuangan masa lalu tidak memadai dan perlu diperluas (AICPA, 1994). Oleh karena komunikasi naratif dalam laporan tahunan dipandang sebagai elemen penting perubahan untuk mencapai kualitas pelaporan yang diharapkan, maka lembaga pengatur di berbagai negara mewajibkan perusahaan mengungkap informasi analisis dan pembahasan manajemen (MD&A) dalam laporan tahunan untuk memberi kesempatan kepada investor melihat perusahaan dari mata manajemen (SEC, 2003).

Perkembangan juga terjadi dalam bidang penelitian. Secara tradisional, para peneliti lebih banyak memusatkan pada informasi kuantitatif keuangan untuk mengidentifikasi informasi yang relevan dalam menjelaskan perubahan harga saham. Riset tersebut sampai saat ini menyimpulkan informasi kuantitatif keuangan tidak dapat menjelaskan sebagian besar pergerakan harga saham (Amir dan Lev, 1996). Investor menentukan harga saham berdasar perkiraan nilai sekarang aliran kas pada masa datang kondisional terhadap set informasi yang dimiliki. Jenis informasi yang dimiliki investor dapat bersifat kuantitatif keuangan dan naratif.

Manajemen impresi adalah sebuah bidang studi dalam psikologi sosial yang mempelajari bagaimana individu menampilkan dirinya sendiri supaya dipersepsi baik oleh pihak lain (Hooghiemstra, 2000). Dalam konteks pelaporan keuangan perusahaan, manajemen impresi merupakan upaya “untuk mengontrol dan memanipulasi impresi yang disampaikan kepada para pemakai informasi akuntansi” (Clatworthy dan Jones, 2001, hal. 311). Manajer diduga menggunakan laporan perusahaan sebagai sarana manajemen impresi untuk “secara strategik…memanipulasi persepsi dan keputusan pemangku kepentingan” (Yuthas dkk., 2002, hal.142).

Penelitian ini meneliti keberadaan dan pola atribusi kinerja pada bagian naratif laporan tahunan perusahaan di Indonesia serta faktor-faktor yang mempengaruhi intensitas manajemen impresi untuk mengetahui apakah temuan penelitian sebelumnya juga berlaku dalam konteks Indonesia yang memiliki kultur dan lingkungan institusional yang berbeda. Selain itu, penelitian ini juga memperluas penelitian sebelumnya dengan meneliti pengaruh manajemen laba dan tata kelola perusahaan terhadap intensitas manajemen impresi. Manajemen laba dan manajemen impresi keduanya merupakan subjek keleluasaan manajer. Oleh karena itu terdapat kemungkinan manajer mempertimbangkan interaksinya ketika menggunakan keleluasaan tersebut (Lobo dan Zhou, 2001). Pengungkapan naratif dalam laporan tahunan mempunyai potensi konsekuensi ekonomi (Feldman dkk., 2009). Dewan komisaris dan komite audit berperan dalam pengawasan terhadap pengungkapan laporan tahunan untuk menjamin keandalan informasi tersebut. Penelitian ini menggunakan teori keagenan dan dua teori dalam bidang psikologi sosial–teori manajemen impresi dan teori atribusi–sebagai dasar untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang dapat memotivasi manajer untuk melakukan manajemen impresi dan untuk mengidentifikasi teknik- teknik verbal manajemen impresi pada bagian naratif laporan tahunan.

Hipotesis

H1: Tingkat kinerja perusahaan berpengaruh negatif terhadap dorongan manajer untuk melakukan manajemen impresi dalam pembahasan kinerja pada bagian naratif laporan tahunan.

H2: Pertumbuhan kinerja berpengaruh negatif terhadap dorongan manajer untuk melakukan manajemen impresi dalam pembahasan kinerja pada bagian naratif laporan tahunan.

H3: Stabilitas kinerja berpengaruh negatif terhadap dorongan manajer untuk melakukan manajemen impresi dalam pembahasan kinerja pada bagian naratif laporan tahunan.

H4: Pengaruh negatif tingkat kinerja terhadap dorongan manajer untuk melakukan manajemen impresi dalam pembahasan kinerja pada bagian naratif laporan tahunan perusahaan besar lebih kuat dibanding pengaruh yang sama di perusahaan lainnya.

H5: Pengaruh negatif pertumbuhan kinerja terhadap dorongan manajer untuk melakukan manajemen impresi dalam pembahasan kinerja pada bagian naratif laporan tahunan perusahaan besar lebih kuat dibanding pengaruh yang sama di perusahaan lainnya.

H6: Pengaruh negatif tingkat kinerja terhadap dorongan manajer untuk melakukan manajemen impresi dalam pembahasan kinerja pada bagian naratif laporan tahunan lebih kuat ketika keadaan ekonomi baik dibanding pengaruh yang sama ketika keadaan ekonomi buruk.

H7: Pengaruh negatif pertumbuhan kinerja terhadap dorongan manajer untuk melakukan manajemen impresi dalam pembahasan kinerja pada bagian naratif laporan tahunan lebih kuat ketika keadaan ekonomi baik dibanding pengaruh yang sama ketika keadaan ekonomi buruk.

H8: Manajemen laba berpengaruh negatif terhadap dorongan manajer untuk melakukan manajemen impresi dalam pembahasan kinerja pada bagian naratif laporan tahunan.

H9: Tata kelola perusahaan berpengaruh negatif terhadap dorongan manajer untuk melakukan manajemen impresi dalam pembahasan kinerja pada bagian naratif laporan tahunan.

>>Halaman Download 008-AKMK-30<<
Manajemen Impresi Dalam Pembahasan Kinerja Perusahaan Oleh Manajer Pada Bagian Naratif Laporan Tahunan

 

Jurnal Akuntansi Lainnya :

One comment

Add Comment

Required fields are marked *. Your email address will not be published.


*