Kepribadian sebagai pemoderasi hubungan antara persepsi CEO atas kompensasi yang diterima pada keinginan CEO untuk keluar perusahaan secara sukarela

Jurnal SNA XV

Kepribadian sebagai pemoderasi hubungan antara persepsi CEO atas kompensasi yang diterima pada keinginan CEO untuk keluar perusahaan secara sukarela

Lindrianasari, Jogiyanto, Supriyadi, Setiyono Miharjo

Universitas Gadjah Mada

Latar Belakang

Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh suatu bukti empiris tentang pengaruh kepribadian terhadap dampak kompensasi yang diterima CEO di Indonesia pada pergantian CEO yang terjadi secara sukarela. Studi ini memfokuskan pada two-tier board system yang dianut di Indonesia, yang memiliki pemisahan antara dewan komisaris (board of commission) dan dewan direktur (board of director) di dalam struktur tata kelola perusahaan (Tumbuan, 2005). Two-tier board system banyak dianut di negara-negara Eropa daratan, seperti Jerman, Belanda, Austria dan China.

Hasil penelitian di area kompensasi dan pergantian CEO masih mengandung perdebatan. Pada penelitian terdahulu, kompensasi sudah digunakan sebagai anteseden sebuah pergantian CEO secara sukarela, seperti di dalam studi Hadlock and Lumer (1997) dan Takahashi (2006). Hadlock and Lumer (1997) menyatakan bahwa kompensasi memiliki kekuatan penting selama periode pengujian yang telah mereka lakukan. Kompensasi yang diberikan dengan menggunakan basis kinerja (pay for performance) pada akhirnya akan menentukan keinginan CEO untuk bertahan dan loyal terhadap perusahaan atau meninggalkan perusahaan, seiring dengan keyakinan CEO bahwa dia memiliki peluang untuk memperoleh kompensasi yang lebih baik di pasar tenaga kerja.

Beberapa peneliti mengemukakan bahwa faktor keprilakuan merupakan variabel penting mempengaruhi pola pemikiran dan cara pandang individu terhadap permasalahan tertentu. Sebagaimana beberapa peneliti seperti Finkelstein and Hambrick (1988), Datta and Guthrie (1994), dan Fredrickson et al., (1988) menyatakan bahwa selama ini studi- studi hanya menganalisis secara mendalam faktor-faktor yang mempengaruhi pergantian eksekutif dari sisi kinerja perusahaan. Peneliti itu menyarankan untuk memasukkan faktor-faktor yang lebih melekat pada diri CEO. Fredrickson et al., (1988) menyarankan untuk menyajikan faktor-faktor sosial dan politik untuk memprediksi turunnya CEO. Datta and Guthrie (1994) menyarankan untuk memasukkan karakteristik demografi CEO di dalam menguji hubungan antara sekelompok anteseden terhadap pergantian CEO. Dengan demikian pertanyaan penelitian utama yang diajukan di dalam studi ini adalah apakah kepribadian CEO memberikan pengaruh terhadap hubungan antara kompensasi pada persepsi CEO untuk memutuskan keluar dari perusahaan secara sukarela?

Studi ini juga melakukan uji ketahanan dengan menggunakan data sekunder terhadap nilai kompensasi yang diterima CEO terhadap pergantiannya. Hasil pengujian ini digunakan untuk menjelaskan pengaruh kepribadian terhadap dampak kompensasi pada pergantian. Karena, walaupun teori pasar tenaga kerja menyatakan bahwa pasar akan memberi imbalan yang lebih besar terhadap CEO yang memiliki kemampuan lebih (terutama kemampuan spesifik) dibanding dengan yang tidak, namun studi ini berasumsi bahwa tidak semua CEO memandang nilai kompensasi yang mereka terima identik dengan kapabilitas yang mereka miliki. Sehingga, kompensasi yang diberikan perusahaan kepada CEO menjadi penentu tunggal dalam pertimbangan CEO untuk keluar dari perusahaan.

Hipotesis

  • Ha1: Kepribadian berpengaruh pada dampak persepsi CEO terhadap besaran kompensasi yang diterima dan pergantian CEO secara sukarela.
  • Ha1.1: Openness to Experience memperkuat dampak persepsi CEO terhadap besaran kompensasi yang diterima dan pergantian CEO secara sukarela.
  • Ha1.2: Conscientiousness memperlemah dampak persepsi CEO terhadap besaran kompensasi yang diterima dan pergantian CEO secara sukarela.
  • Ha1.3: Extraversion tidak mempengaruhi dampak persepsi CEO terhadap besaran kompensasi yang diterima dan pergantian CEO secara sukarela.
  • Ha1.4: Agreeableness memperlemah dampak persepsi CEO terhadap besaran kompensasi yang diterima dan pergantian CEO secara sukarela.
  • Ha1.5: Neuroticism memperkuat dampak persepsi CEO terhadap besaran kompensasi yang diterima dan pergantian CEO secara sukarela.
  • Ha2: (ceteris paribus) kompensasi yang diterima CEO berhubungan negatif dengan pergantian CEO.

Download
Kepribadian sebagai pemoderasi hubungan antara persepsi CEO atas kompensasi yang diterima pada keinginan CEO untuk keluar perusahaan secara sukarela

Jurnal Akuntansi Lainnya :

Add Comment

Required fields are marked *. Your email address will not be published.


*